Sayap-sayap terbakar oleh panasnya kehidupan
kehidupan yang penuh lika dan liku
liku tertajam menggulingkan langkah
langkah penuh pasti dan kemudian bangkit
bangkit dari gelapnya gelap
gelap yang tak pernah bisa terang
terang pun terus berjuang
berjuang membunuh takdir yang tergaris
garispun putus terhapus terangnya terang
Beranda » Puisi
Minggu, 13 Oktober 2013
Rabu, 02 Oktober 2013
Daun di Pinggir Jalan
Daun di pinggir jalan, kasihan
Kepanasan, kehujanan, setiap debu jalanan menerpanya
Kulihat kuamati, ketika ku sentuh dagunya dia tersenyum, tapi air matanya menetes
Engkau kenapa gerangan?
Semakin deras air mata yang keluar
Engkau kenapa?...
Aku kaget, daun itu memelukku
Kubelai rambutnya, kasihan rambutnya lusuh
Aku tau,.. lewat pelukmu aku tau
Sabar kataku, semua pasti kan berlalu
Dia tersenyum
Kepanasan, kehujanan, setiap debu jalanan menerpanya
Kulihat kuamati, ketika ku sentuh dagunya dia tersenyum, tapi air matanya menetes
Engkau kenapa gerangan?
Semakin deras air mata yang keluar
Engkau kenapa?...
Aku kaget, daun itu memelukku
Kubelai rambutnya, kasihan rambutnya lusuh
Aku tau,.. lewat pelukmu aku tau
Sabar kataku, semua pasti kan berlalu
Dia tersenyum
Selasa, 26 Maret 2013
Saat-saat Menanti
Saat menanti sebuah jawaban
disini semua dipertaruhkan
sang rembulan menjadi saksi
betapa dinginnya malam itu
hingga masuk sum-sum
menunggu yang tak pasti
menanti kenyataan yang semu
malam mulai meninggalkan singgasananya
dan pagi pun mulai terlihat
waktu tinggal menunggu
semuanya akan terjadi
dan biarlah waktu yang menjawab semuanya...
Ditulis saat menunggu Bus di Terminal Paku Sari -Jember 24/3/2013 23.00 WIB
Ditulis saat menunggu Bus di Terminal Paku Sari -Jember 24/3/2013 23.00 WIB
Selasa, 01 Januari 2013
Kala Api tertiup Angin
Kian jauh seseoran terjatuh dalam jurang ketidak benaran dan kesesatan, kian jauh pula ia dari tujuan yang ia tetapkan dan ia impi-impikan
....
Lihat Selengkapnya
Sabtu, 28 April 2012
Aku, Kau dan Kenanganku
![]() |
| Profilku |
akhir-akhir ini rasanya berbeda dengan sebelumnya
apa mungkin karena itukah?
....
Lihat Selengkapnya
Senin, 26 Desember 2011
Puisiku Cermin Hidupku
Sudah dua hari nggak ngsi blog, gara-gara utak atik kode html, script, xhtml dan css yang memuyengkan kepala. Kangen rasanya menyapa sahabat blogger, terciptalah puisi dari lubuk jiwa ini tentang perjalanan hidupku yang penuh gelombang, selamat menikmati
....
Lihat Selengkapnya
Rabu, 26 Oktober 2011
Pasrah
Jikalau memang ini pilihan terakhir untuk melanjutkan hidup
Bibir hanya mampu berkata “iya”
Tapi kenapa hati tidak pernah ingin mengikuti apa kehendak diluar inginnya
Bukan karena hal buruk
Tapi karena keputusan yang tak pernah diharapkan
....
Lihat Selengkapnya
Tuhan
Separuh hidup menempa hati Sang sanubari
Tiada henti menerpa jiwa
Kasihmu tiada banding
Menjulang tinggi keatas
Melewati sang atap bumi
Ku coba tuk setia
Merasakan getaran Mu
Menghujam sedalam hati
Meratapi jiwa yang hilang
Tempat Mu lah ku bersujud
[Oleh: M. Miftahur Royan]
Sukses
Pikirkankanlah wahai angin
Apa yang ingin engkau pikirkan
Katakanlah wahai angin
Apa yang ingin engkau katakana
Kerjakanlah wahai angin
....
Lihat Selengkapnya
Cinta2
Cinta tak harus diungkapkan dengan kata-kata
Terkadang hanya lewat genggaman tangan
Semua Tanya, semua keraguaan
Terjawab sudah . . . [Oleh: M. Miftahur Royan]
Biarlah Terjadi
Hati tak selalu setia
Terkadang baik terkadang buruk
Jiwa ini mengangis
Raga ini lelah
....
Lihat Selengkapnya
Kamis, 13 Oktober 2011
Misteri Hidup
Kebaikan lawan kejahatan
Kebenaran lawan kemunafikan
Nurani surge nafsu neraka
Itulah hidup
....
Lihat Selengkapnya
Rabu, 12 Oktober 2011
Cintaku
Ketika semuanya selesai
Hanya kenangan yang tersisa
Ketika pilihan berkata
Hati yang tak mampu terima
....
Lihat Selengkapnya

