Jumat, 28 Oktober 2011

PEMERINTAH BOHONG!

Refleksi Semangat Sumpah Pemuda 83 Tahun

            Apabila pada momentum Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 menjadi penanda sebuah peristiwa peleburan segala entisitas, suku, ras, agama dan adat istiadat maka momentum saat itu sangat layak untuk dihadirkan lagi pada hari ini. Ditengah hiruk pikuk permasalahan Negara yang semakin menjadi-jadi, elemen pemuda harusnya menjadi motor gerakan dan berada digarda terdepan dalam mengawal perubahan bangsa.

            Menilik beberapa kasus yang serius dan mengantarkan kondisi bangsa yang sangat kritis maka harus disikapi dengan segera. Adalah Pertama SBY-Budiono yang sejak awal berkoar-koar berada di ujung tombak dalam memberantas korupsi. Misalnya di Kemenpora, Kemendiknas, Kemenakertrans ataupun kementria-kementrian atau institusi-institusi lain yang masih belum terkuak kasusnya. Kedua, kasus bailout Bank Century selama ini masih belum diselesaikan dengan serius dan cenderung hanya ditutup-tutupi dengan melakukan akrobatika belaka.

            Ketiga, kasus pengemplangan pajak oleh Gayus atau korupsi Wisma Atlet Sea Games Nazarudin sengaja ada kesan tidak segera diselesaikan dengan menguak aktor-aktor intelektual yang ada dibelakangnya. Keempat, sebagai Negara super subur pemerintah gagal melaksanakan program kedaulatan pangan, dan justru kejadian sebaliknya terjadi di Indonesia, yang menghawatirkan import dilakukan hampir diseluruh komoditas pangan.

            Kelima, pemerintah memang menggembar-gemborkan soal laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai enam persen. Namun, faktanya, pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya (ekosob) masyarakat masih terabaikan. Ketujuh, wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan dengan Negara tetangga luput perhatian dari pemerintah, padahal itu merupakan wajah Indonesia terdepan. Adanya pencaplokan pulau dan penggeseran patok perbatasan ini bukti bahwa pemerintah tidak mampu menjaga kedaulatan Negara dan wibawa sebagai bangsa yang besar betul-betul telah dilecehkan.

            Kedelapan, harta kekayaan sudah lama dicuri dan pemerintah terus merasa nyaman dikebiri oleh pihak asing, Freeport, Chevron, ExxonMobil, dan Newmont merupakan mesin uang dan mesin kesejahteraan bagi Amerika Serikat dan bukan Negara Indonesia sebagai pemilik aslinya. Kesembilan, ancaman disintegrasi bangsa. Dengan papua yang terus memanas dan cenderung dipandang sebelah mata dalam menerapkan pelaksanaan keadilan dan upaya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk kasus yang terjadi, dan tetap dalam semangat sumpah pemudaan maka kami PC PMII JEMBER menyatakan sikap dan menuntut:

Yth. Susilo Bambang Yudoyono dan Budiono MENGUNDURKAN DIRI dari jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, karena sudah tidak memiliki kemampuan dan terus menerus melakukan kebohongan kepada rakyatnya sendiri. [Oleh: PC PMII JEMBER]


Jember, 28 Oktober 2011
PC PMII JEMBER

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Tulisan terkait